Ngatiyana Dorong Reformasi RSUD Cibabat, Tak Cukup Hanya Cantik di Luar
CIMAHI, KKJN CHANEL.COM– Pemerintah Kota Cimahi mulai mendorong perubahan besar di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Cibabat. Pembenahan tidak lagi sebatas menyentuh tampilan lingkungan rumah sakit, tetapi diarahkan hingga menyasar kualitas pelayanan, manajemen dan sumber daya manusia.
Wali Kota Cimahi Ngatiyana menegaskan, wajah baru RSUD Cibabat harus diikuti perubahan nyata dalam sistem pelayanan. Menurutnya, rumah sakit milik pemerintah daerah harus mampu memberikan pelayanan yang cepat, ramah dan maksimal kepada masyarakat.
“Reformasi pelayanan harus dilakukan. Kalau sebelumnya pelayanan tidak memuaskan, sekarang harus diperbaiki,” tegas Ngatiyana saat meninjau pembenahan lingkungan RSUD Cibabat.
Ia mengatakan, pembenahan manajemen menjadi salah satu pekerjaan penting yang tidak boleh diabaikan. Menurutnya, pengelolaan rumah sakit harus dilakukan secara profesional agar RSUD Cibabat mampu berkembang dan memberikan pelayanan terbaik sekaligus memiliki tata kelola yang sehat.
“Manajemen juga kita reformasi. Rumah sakit yang selama ini pas-pasan dan tidak pernah untung, sekarang manajemennya harus kita ubah,” ujarnya.
Selain pelayanan dan manajemen, Ngatiyana juga membuka ruang evaluasi terhadap sumber daya manusia. Penyegaran jabatan dinilai perlu dilakukan untuk memastikan setiap posisi ditempati personel yang memiliki kemampuan dan tanggung jawab sesuai kebutuhan rumah sakit.
“Reformasi juga terhadap karyawan atau personel. Ada penyegaran jabatan sehingga nanti pelayanan kepada masyarakat bisa lebih maksimal,” katanya.
Menurut Ngatiyana, ukuran keberhasilan RSUD bukan hanya dilihat dari bangunan yang bagus atau halaman yang tertata. Yang paling penting adalah bagaimana masyarakat merasakan langsung perubahan ketika datang untuk mendapatkan pelayanan kesehatan.
Ia mencontohkan persoalan administrasi kepesertaan BPJS. Ngatiyana mengapresiasi ketika ada pasien yang kepesertaannya sempat tidak aktif tetapi tetap mendapatkan pelayanan dan persoalannya kemudian dapat diselesaikan tanpa membebani pasien dengan biaya.
“Alhamdulillah, kemarin kami cek ada pasien yang BPJS-nya tidak aktif, tetapi tetap dilayani dengan baik. Setelah dilayani ternyata bisa aktif lagi dan tidak dikenai biaya. Ini pelayanan yang harus kita pertahankan,” ungkapnya.
Di sisi lain, Pemkot Cimahi tetap melakukan pembenahan fisik kawasan rumah sakit. Pepohonan di bagian depan RSUD Cibabat yang terlalu rimbun dan dinilai mengganggu pandangan maupun berpotensi membahayakan mulai dipangkas dan sebagian ditebang.
Namun, penebangan tersebut tidak berarti menghilangkan penghijauan. Pemerintah justru menyiapkan penanaman pohon pengganti, termasuk pohon durian yang dinilai memiliki nilai manfaat sekaligus dapat menjadi daya tarik tersendiri di lingkungan rumah sakit.
Ngatiyana menilai penataan pepohonan juga penting agar identitas RSUD Cibabat lebih mudah terlihat masyarakat. Tulisan rumah sakit dan akses masuk harus tampak jelas sehingga warga yang datang tidak kesulitan menemukan pintu masuk.
“Kalau tulisan rumah sakit kelihatan, pintu masuknya juga jelas, masyarakat tidak bingung. Orang yang datang bisa langsung tahu bahwa ini RSUD Cibabat,” tegasnya.
Ia juga mengapresiasi jajaran manajemen RSUD Cibabat yang mulai melakukan berbagai pembenahan, mulai dari penataan pedagang kaki lima, perbaikan pagar hingga lingkungan rumah sakit.
Ngatiyana menyebut sekitar 25 pohon akan ditanam sebagai bagian dari penghijauan dan penggantian tanaman. Program tersebut nantinya tidak hanya dilakukan di lingkungan RSUD Cibabat, tetapi juga akan diperluas ke sejumlah titik di Kota Cimahi.
Ia mengajak masyarakat, organisasi kemasyarakatan dan komunitas ikut terlibat dalam gerakan penghijauan. Menurutnya, menjaga lingkungan merupakan tanggung jawab bersama dan tidak dapat sepenuhnya dibebankan kepada pemerintah.
“Jangan hanya pemerintah. Kita libatkan ormas, kita libatkan masyarakat. Yuk, bersama-sama kita menanam pohon. Ini bukti bahwa kita peduli terhadap lingkungan,” tandasnya.
Bagi Ngatiyana, pembenahan RSUD Cibabat merupakan momentum untuk membangun perubahan secara menyeluruh. Penampilan rumah sakit memang harus lebih tertata, tetapi yang jauh lebih penting adalah memastikan perubahan tersebut dirasakan masyarakat melalui pelayanan kesehatan yang semakin baik.
Dengan demikian, pembenahan RSUD Cibabat diharapkan tidak berhenti pada perubahan wajah bangunan dan lingkungan.
"Pemkot Cimahi menargetkan adanya perubahan dari sisi pelayanan, manajemen hingga kualitas sumber daya manusia agar rumah sakit benar-benar mampu menjadi fasilitas kesehatan yang memberikan manfaat maksimal bagi masyarakat," tandas Ngatiyana. (**)





Posting Komentar